Awalnya saya sama sekali tidak
tahu sama sekali tentang Kelas Inspirasi. Tapi ada seorang teman saya yang
aktif di Kelas Inspirasi dan selalu update informasi tentang KI. Lama-kelamaan
saya penasaran dan bertanya kepadanya tentang KI. Saya disarankan untuk melihat
Youtube KI dan mengunjungi website KI. Setelah saya melihat video-video
kegiatan KI, saya merasa tertarik dan kemudian saya mengunjungi website KI.
Saya melihat ada banyak jadwal KI yang dibuka dan saya bingung memilih yang
mana, karena rata-rata ada di Jawa Timur. Ada di Jember juga, tanah air saya.
Tapi posisi saya di Rembang, Jawa Tengah. Setelah saya telusuri, ternyata ada
KI Semarang. Akhirnya saya putuskan untuk memilih KI Semarang, yang berjarak
sekitar 100 KM dari tempat saya bekerja di Rembang.September adalah hari Inspirasi di Jember. Kemudian saya mencoba bertanya pada panitia KI Jember apakah saya bisa bergabung. Rencana saya saya bergabung bukan menjadi relawan, karena saya sadar saya tidak mengikuti proses dari awal seleksi, hari briefing dan sebagainya. Saya hanya ingin bergabung untuk mengetahui proses di KI Jember.
Tapi ternyata respon panitia
berbeda. Saya dimasukkan menjadi Relawan “ilegal”, sebagai pengajar. Di satu
sisi saya sangat senang karena bisa menjadi pengajar di KI Jember. Di sisi
lain, saya sama sekali tidak mempersiapkan apa-apa karena sangat mendadak dan
saya tidak berencana menjadi pengajar. Namun ini saya anggap sebagai tantangan
dan kesempatan emas. Kapan lagi bisa bergabung di dua Kelas Inspirasi sekaligus
hanya dalam waktu kurang dari seminggu? Saya mendapatkan jatah di SD Pace 5
Kecamatan Silo Jember. Karena saya tidak paham lokasi, maka saya dan semua
anggoata kelompok melakukan survei sekaligus untuk berkenalan dan mempersiapkan
untuk hari inspirasi. Saya sangat heran. Ternyata relawan pengajarnya hanya dua
orang termasuk saya. Sedangkan kami menghandle semua kelas. Dan lagi lagi
secara spontan saya me-lead kelompok kami agar bisa berjalan sukses dengan
kondisi yang ada.
Senin, 29 September 2014. Hari
Inspirasi KI Jember datang. Jarak Sekolah cukup jauh. 1,5 jam dari pusat kota
dan berada di tengah hutan karet, tanpa adanya listrik. Medan yang kami lalui
juga luar biasa. Tapi rasa lelah kami terbayar saat kami sampai dan disambut
dengan upacara bendera yang sangat berkesan. Sangat berbeda dengan upacara yang
biasanya sangat formal. Di sini upacaranya masih sangat sederhana dan banyak
kelucuan yang muncul karena geliat para siswanya. Itu menjadi awal berkesan
bagi kami. Dan kami pun melalui satu demi satu tahap di sana. Setelah selesai
kami pun berpamitan. Kami tak akan bisa melupakan hari itu. Kepolosan dan
kesederhanaan siswanya, keramahan gurunya dan kondisi sekolah nya sangat pantas
untuk dikenang. Kami pun berusaha di lain waktu untuk kembali ke sana.
Refleksi KI Jember dilaksanakan di hari yang
sama dengan hari Inspirasi agar memudahkan relawan yang berdomisili di luar
kota. Dan di situlah saya merasakah mengikuti Refleksi KI setelah melewatkannya
di KI SemarInspirasi dan Refleksi di Jember. Dua kali menginspirasi itu membuat saya semakin sadar diri, bahwa kita jauh lebih beruntung dari mereka. Saya berencana untuk membuka Kelas Inspirasi di Rembang dengan saya sebagai perintisnya. Semoga bisa terlaksana.



